Essay Mental Health

 

Essay Mental Health


Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka.

Masalah kesehatan mental adalah kondisi yang dapat mengganggu suasana hati kita, perilaku, pemikiran atau cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini bisa ringan, sedang, dan berat; dan ditentukan berdasarkan seberapa jauh dampaknya terhadap kehidupan seseorang.

Kesehatan dan kesejahteraan mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya faktor genetika, hubungan keluarga/teman sejawat, fungsi fisiologis, gaya hidup, pekerjaan, faktor sosial, ekonomi, budaya, politik, pendidikan dan faktor lingkungan lainnya. 

WHO menyebutkan, generasi milenial saat ini lebih rentan terkena gangguan mental. Terlebih masa muda merupakan waktu di mana banyak perubahan dan penyesuaian terjadi baik secara psikologis, emosional, maupun finansial. Misalnya upaya untuk lulus kuliah ataupun mencari pekerjaan

Menurut penelitian American Psychological Association (APA) tahun 2018 berjudul “Stress in America: Generation Z”, anak muda usia 15 sampai 21 tahun adalah kelompok manusia dengan kondisi kesehatan mental terburuk dibandingkan dengan generasi-generasi lainnya. Mereka adalah generasi Z.

Generasi z merupakan sebutan untuk anak yang lahir pada tahun 1995-2005. Generasi ini merupakan generasi yang paling dekat dengan teknologi. Terlalu dekat dengan teknologi juga dapat memicu stress. Stress yang ditimbulkan dapat berpengaruh kepada kesehatan mental anak. Untuk itu kita perlu memperhatikan bersama-sama kesehatan mentalnya.

Masih banyak orang yang kurang memperhatikan pentingnya kesehatan mental padahal pada zaman ini kesehatan mental adalah hal yang paling utama. Terutama untuk generasi z.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, generasi z merupakan generasi yang paling dekat dengan teknologi. Teknologi tersebut meliputi social media dan internet. Tanpa disadari dewasa ini generasi z banyak mengalami stress yang pemicu utamanya berasal dari social media.

Di social media mereka biasa melarikan diri dari masalah-masalah yang ada di kehidupan nyatanya.. padahal sebenarnya social media justru mengandung Konten-konten yang malah memicu stress dimulai dari kekerasan, pembullyan, bahkan sampai pembunuhan.

Selain itu internet. Dengan internet anak bisa mencari ataupun melihat berbagai informasi. Informasi-informasi yang beredar kadang kala membuat anak merasa tertekan padahal terkadang informasi tersebut tidak dilengkapi oleh data yang valid dalam artian kebenaran informasi tersebut belum dipastikan. Tetapi anak-anak yang sudah membacanya menganggap informasi tersebut sudah benar dan memercayainya. Bagi sebagain anak yang tidak setuju dengan informasi tersesbut merasa tertekan, kemudian merasa stress. Stress yang tinggi dapat memperburuk kesehatan mental anak.

Efek dari stress ini yang menyebabkan banyaknya kasus kekerasan, pelecehan seksual, pembullyan bahkan bunuh diri pada kalangan generasi Z.

Kesehatan mental generasi z saat ini sangat memprihatinkan. Padahal mereka merupakan generasi penerus bangsa. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut dapat diartikan dekat dengan teknologi juga berarti dekat dengan kesehatan mental yang buruk.

Akan tetapi teknologi dan system informasi yang sudah berkembang saat ini juga dapat menjadi jalan keluar untuk memperbaiki kesehatan mental yang buruk. Mereka dapat berkonsultasi dengan dokter tanpa harus bertemu, karena masih banyak orang yang merasa malu bila mendatangi dokter untuk konsultasi kesehatan mentalnya. Kemudian mereka juga bisa memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi lain mengenai memperbaiki kesehatan mental. Internet memberikan banyak kemudahan jika digunakan sesuai kebutuhan.

Komentar