My Motivation Letter

Motivation Letter


Halo semuanya, pertama-tama kita kenalan dulu ya, nama saya Ayuni Kusumawati, saya dari fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis, Universitas Brawijaya. Saya berasal dari Kota Depok, Jawa Barat.

Sesuai dengan judulnya “Motivation Letter” kali ini saya mau menceritakan bagaimana cara saya memotivasi diri sendiri, menyayangi diri sendiri, menerima dan juga memahami semua hal yang terjadi di hidup saya.

Pertama mungkin dimulai dari memotivasi diri sendiri kali ya, saya biasanya selalu menetapkan target apa yang ingin saya capai, dengan begitu ketika saya merasa lelah saya selalu mengingat target saya kemudian rasa lelah itu akan menghilang. Selain itu saya juga memiliki sosok yang memotivasi saya, seperti orangtua, keluarga dan juga teman-teman. Jadi jika saya merasa lelah dan ingin berhenti saya akan mengingat itu semua. Dengan begitu keinginan untuk berhenti dan mengikuti rasa lelahnya akan hilang.

Sedikit cerita saya ketika saya ingin masuk Universitas Brawijaya, saya merasa pesimis dan merasa tidak mampu, tetapi saya mengingat kakek saya yang ingin sekali cucunya berkuliah di Universitas Brawijaya, di kampung halamannya sendiri. Setelah itu saya merasa tidak boleh pesimis karna saya merasa ada sosok yang harus saya banggakan. Untuk itu menurut saya penting memiliki sosok yang dapat memotivasi diri sendiri

Kedua adalah cara saya menyayangi diri sendiri. Banyak yang mengatakan bahwa sebelum menyayangi orang lain, sayangi diri sendiri lebih dahulu. Itu juga yang saya terapkan di diri saya. Kalau mengenai cara saya menyayangi diri sendiri mungkin yang biasa saya lakukan yaitu dengan cara tidak memaksa diri saya untuk melakukan hal yang tidak saya sukai. Dengan melakukan hal-hal yang saya sukai bagi saya cukup sebaga bentuk menyayangi diri sendiri. Berteman dengan teman-teman yang baik, satu frekuensi dan membawa kita kearah positif menurut saya juga merupakan bentuk menyayangi diri sendiri.

Selain itu, setiap habis melakukan sesuatu yang menurut saya termasuk suatu pencapaian, saya selalu memberikan self reward kepada diri saya sendiri. Sebagai bentuk terimakasih kepada diri saya karena sudah berhasil melakukan suatu hal. Mungkin dengan cara membeli barang yang saya inginkan, atau memakan makanan yang saya belum pernah mencoba, atau bisa juga sesimple jalan-jalan. Itu semua juga saya lakukan sebagai bentuk saya menyayangi diri saya sendiri.

Yang terakhir adalah cara saya menerima dan memahami hal-hal yang terjadi dalam hidup saya. Biasanya saat saya merasakan sesuatu yang tidak adil hadir di hidup saya, pasti awalnya saya merasa berat untuk menerima itu semua. Tetapi lama-kelamaan saya akan berpikir “mungkin memang sudah jalannya seperti ini” atau “mungkin memang ini yang sudah direncanakan Allah SWT” dengan begitu saya nantinya akan menerima semuanya dengan ikhlas dan tetap berpikir akan ada hal baik kedepannya.

Cara saya menerima dan memahami keadaan mungkin dapat dibilang terlalu santai dan pasrah sama keadaan dan takdir, tetapi saya merasa dengan begitu akan lebih mudah bagi saya menerima semuanya. Bahkan hal-hal yang sebenarnya susah diterima sekalipun.

Mungkin awalnya memang berat dan sebenarnya saya juga dengan berpikiran seperti itu bukan berarti saya dapat melupakan hal itu begitu saja. Saya akan tetap teringat. Tetapi saya berusaha untuk tidak terpengaruh dengan hal tersebut.

Masing-masing orang memiliki caranya sendiri untuk memotivasi diri sendiri, menyayangi diri sendiri, memahami dan menerima suatu hal atau keadaan. Yang terpenting adalah cara tersebut mampu membuat dirinya merasa lebih baik.

Mungkin sekian cerita-cerita saya. Semoga motivation latter yang saya buat dapat menginspirasi orang banyak. Mohon maaf apabila ada salah kata dan ejaan. Sampai jumpa…

 


Komentar